
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mendampingi siswa MTsN 21 Jakarta berkunjunh ke Televisi Muhammadiyah (TVMu).
Kunjungan ke TVMu melalui PBSI FKIP Uhamka merupakan program edukasi yang digelar oleh PBSI FKIP Uhamka untuk memperkenalkan dunia penyiaran kepada para siswa, serta meningkatkan wawasan dan pengalaman generasi muda di Tingkat SMP Sederajat di bidang jurnalistik dan berita televisi, sehingga bisa menjadi jurnalis yang kompeten dan terampil di pemberitaan.
Kunjungan dan Edukasi Jurnalistik ke TVMu didampingi oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Jurnalistik PBSI FKIP Uhamka, Abdul Latif, 5 guru pendamping dan sekitar 30 siswa MTsN 21 Jakarta yang ikut serta dalam kegiatan ini dengan penuh antusias.
Pada kesempatan ini, para siswa diberi kesempatan untuk berkeliling di dalam studio tvmu dan melihat langsung proses pembuatan program televisi. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai teknik penyiaran, pembuatan konten, proses editing konten dan program berita. Siswa juga diberikan kesempatan untuk praktek langsung di studio, seperti mencoba menjadi pembawa berita.
Abdul Rahman Jupri selaku Kaprodi PBSI FKIP Uhamka mengatakan, tujuan mengajak siswa binaan Prodi PBSI FKIP Uhamka dari MTsN 21 jakarta untuk mengenalkan literasi sedini mungkin kepada para siswa SMP Sederajat sekaligus mengenalkan dunia jurnalistik khususnya di bidang penyiaran.
“Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi PBSI FKIP Uhamka dalam memperkenalkan serta literasi mengenai bidang Jurnalistik dan tata cara operasional penyiaran berita di televisi untuk generasi muda yang berada di Tingkat SMP Sederajat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda di bidang jurnalistik,” ucap Abdul Rahman Jupri.
Dilain pihak, Wahyuning Puji Hastuti, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MTsN 21 Jakarta, menyambut positif ajakan ini, yang dianggap sangat bermanfaat. Ia mengapresiasi program yang digagas PBSI Uhamka. menurutnya, kunjungan ke Televisi Muhammadiyah memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar langsung tentang proses penyiaran.
“Kita dari MTsN 21 Jakarta, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PBSI FKIP Uhamka yang telah membina para siswa kami dalam literasi Jurnalistik, dengan berkunjung langsung ke Televisi Muhammadiyah, dan menyaksikan langsung proses penyiaran berita,” ujar Wahyuning.
Selain itu, salah satu Siswa MTsN 21 jakarta bernama Syaharani Zahra yang turut merasakan kunjungan ke televisi muhammadiyah menurutnya sangat menyenangkan dan mendapatkan ilmu hal yang baru terutama seputar jurnalistik terutama perihal pemberitaan.
“Sangat asik dan menyenangkan, Dimana para siswa bisa langsung menyaksikan proses penyiaran berita di TVMu yang menjadi pengalaman baru bagi kita Siswa MTsN 21 Jakarta melalui program kunjungan yang dilaksanakan PBSI FKIP Uhamka ini,” ucap Syaharani.
Sejak awal tahun ajaran, Program Studi PBSI FKIP Uhamka sudah melakukan beberapa pelatihan yang melibatkan siswa-siswa MTsN 21 Jakarta. Kegiatan ini mencakup berbagai aspek literasi, mulai dari penulisan hingga penyampaian informasi di media massa. dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa bisa lebih paham tentang dunia media dan penyiaran, serta bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak di masa depan.
]]>Arrifah sebagai salah satu anggota Komunitas Vanderwijck mengungkapkan, hal ini dilakukan agar Komunitas Vanderwijck tetap mempunyai penerus karena komunitas ini merupakan ikon nya prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Uhamka.
“Sangat senang dan terharu, karena akan ada bibit-bibit baru yang akan meneruskan komunitas ini agar tidak mati, karena komunitas ini menjadi salah satu ikon dalam prodi PBSI itu sendiri, bagaimana pun caranya harus ada penerus yang melanjutkan komunitas ini,” ujarnya
Tidak hanya seruan kegiatan bergabung dalam Komunitas Vanderwijck, Rio sebagai salah satu anggota Komunitas Vanderwijck juga menyebut Komunitas Vanderwijck akan menggelar konser yang pastinya sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh Mahasiswa aktif PBSI.
“Sangat senang melihat seluruh mahasiswa aktif PBSI antusias dalam kegiatan Komunitas Vanderwijck serta turut mengikuti kegiatan membaca puisi. Dan yang paling ditunggu-tunggu antusias dari Mahasiswa Aktif PBSI ialah Komunitas Vanderwijck akan mengadakan konser juga kepanitiaan untuk melancarkan konser dari Komunitas Vanderwijck,” ungkapnya
Pada akhir acara terdapat sesi pembagian buku untuk beberapa mahasiswa aktif PBSI yang telah antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan juga telah ikut serta dalam pembacaan puisi.
]]>
Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) terus berupaya mengembangkan mutu pendidikannya dengan baik yakni melalui adanya fasilitas Bengkel Sastra (Bengsas). Fasilitas tersebut merupakan fasilitas yang diberikan oleh pihak kampus kepada para mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) untuk mengembangkan dan mengasah skill mereka di bidang kesastraan.
Dalam hal ini, Bengsas biasa digunakan oleh mahasiswa PBSI FKIP Uhamka untuk mencari materi seputar kesastraan, berdiskusi mengenai organisasi, serta berkreativitas dalam membuat karya puisi ataupun musikalisasi puisi. Dengan demikian, fasilitas Bengsas tersebut dikelola oleh program studi PBSI sendiri.
“Biasanya sih Bengsas digunakan untuk teman-teman mahasiswa PBSI mencari materi kesastraan, diskusi organisasi HIMA, atau juga latihan musikalisasi puisi. Selain itu, siapapun yang bukan berasal dari mahasiswa PBSI FKIP Uhamka pun bisa datang jika ingin belajar sastra lebih dalam lagi,” ujar seorang mahasiswa PBSI FKIP Uhamka yang sedang berada di Bengsas.
]]>
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA (Uhamka) program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bernama Sarah Assyifa berhasil terpilih dalam kegiatan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).
AYIMUN adalah platform dimana mentalitas pemuda dalam kepemimpinan, negosiasi, dan diplomasi akan dikembangkan dalam Model United Nations. Asia Youth International MUN bertujuan untuk melibatkan para pemimpin pemuda dari seluruh dunia dan untuk menyediakan platform untuk berbagi perspektif dan pendapat dalam memecahkan masalah dunia.
Kegiatan ini diikuti para pemuda/i dari berbagai dunia yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, India, Ukraina, Pakistan, Bangladesh, Spanyol, hingga Indonesia, seperti Mahasiswa Uhamka itu sendiri. Acara ini dilaksanakan pada 30 September – 3 Oktober 2022, 4 hari 3 malam.
Peserta Uhamka bernama Sarah Assyifa itu mengungkapkan kesan dan pesannya dalam mengikuti kegiatan ini, dirinya menyebut bahwa dengan mengikuti kegiatan ini adalah hal yang sangat membanggakan dan sangat terkesan bagi dirinya bisa terpilih dalam kegiatan yang sangat menambah wawasan dan memperluas relasi sampai keluar negeri.
“Sebenarnya sampai detik ini masih gak percaya kemarin bisa diterima, bisa berangkat, bahkan bisa mengikuti kegiatan selama disana sampai pulang lagi ke Indonesia. Satu hal yang pasti adalah karena saya mau menjadi yang berbeda, bukan sekedar menjadi saya yang biasa saya kerjakan setiap harinya.” ujar Sarah, Selasa (11/10).
“Kegiatan yang sangat seru dan menentang diri saya sendiri yang mengharuskan terjun langsung untuk berbicara tentang isu-isu terkini. Yang membuat saya terkesan adalah posisi kita sebagai mahasiswa Bahasa Indonesia yang terkadang meremehkan pentingnya menguasai Bahasa Inggris karena kita berpikir bahasa asing tidak akan terpakai karena dasarnya nanti kita akan menjadi guru Bahasa Indonesia. Namun, nyatanya setiap individu harus menguasai dasar conversation in english karena termasuk hal terpenting,” tambahnya.
Ada beberapa tahapan saat mendaftarkan diri ke dalam AYIMUN yaitu, pertama yang dilakukan adalah registrasi, dilanjut dengan mengisi pertanyaan tertulis, memilih council antara UNICEF, UNESCO, dan UNHCR, lalu mengisi pertanyaan kenapa memilih council tersebut, selanjutnya mengisi level TOEFL Bahasa Inggris, menunggu pengumuman lulus seleksi, setelah lulus seleksi, melakukan pembayaran full accommodation, mengurus dokumen-dokumen keberangkatan seperti paspor, tiket, sertifikat vaksin, KTP, dan submit position paper.
Tujuan pertama kegiatan AYIMUN yaitu Pullman Kuala Lumpur Bangsar Hotel untuk opening ceremony, gala dinner, grand symposium, dan conference session. Berikutnya Sheraton Petaling Jaya Hotel untuk closing ceremony, cultural performances, dan awarding session sekaligus after party. (Mahesa Azzahra)
Penulis: Alif
Editor: Annisa
]]>Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Arnia Faiqah Tyara Sari untuk melakukan program pertukaran mahasiswa merdeka tahun 2022 ke Universitas Hasanudin Makassar (UNHAS) dan Maymunah Lubis melakukan pertukaran mahasiswa ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022 sendiri merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di perguruan tinggi manapun di Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan dan atau perluasan kompetensinya.
Arnia Faiqah Tyara Sari selaku mahasiswa yang lulus dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022 ini mengungkapkan kebahagiannya atas kesempatan yang telah diraihnya. Menurutnya program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa untuk memperluas kompetensi dan kemampuannya.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022 ini dapat menjadi peluang dan kesempatan yang tepat untuk saya meningkatkan soft skill dalam diri saya dan kompetensi saya kedepannya,” ujar Arnia.
Daftar sekarang juga dan ajak teman-temanmu untuk menjadi calon mahasiswa baru di FKIP UHAMKA. Penawaran berbagai macam program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau langsung saja melalui http://www.fkip.uhamka.ac.id ke menu “Beasiswa Mahasiswa” atau https://linktr.ee/uhamka . Bagi kalian yang ingin mengetahui seluruh program studi di FKIP Uhamka dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka
]]>Kegiatan ini dihadiri oleh Desvian Bandarsyah selaku Dekan FKIP Uhamka, Sri Astuti selaku Wakil Dekan I, Samsul Maarif selaku Wakil Dekan II, Harinaredi selaku Wakil Dekan III Muhammad Dwifajri selaku Wakil Dekan IV, Prof Prima Gusti Yanti selaku Kaprodi PBSI FKIP Uhamka, Nur Aini Puspitasari selaku Sekretaris Prodi, dosen di lingkungan FKIP Uhamka, dan 1.024 mahasiswa peserta yudisium di antaranya 77 mahasiswa PBSI FKIP Uhamka.
Desvian Bandarsyah selaku Dekan FKIP Uhamka menyampaikan bahwa mahasiswa FKIP Uhamka yang di yudisium merupakan bibit-bibit untuk menjadi guru yang unggul dan baik. Menurutnya, guru yang baik adalah guru yang memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki dirinya menjadi guru yang lebih baik di masa depan.
“Anda telah dididik selama empat tahun di FKIP Uhamka untuk membentuk anda sebagai guru yang unggul dan baik, yang mana guru yang baik ini adalah guru yang dapat menjadi role model bagi anak didiknya kelak dan memiliki kesadaran untuk terus menjadi lebih baik di dalam mengembangkan membina dan mengoptimalisasikan potensi-potensi anak didiknya,” ujar Desvian saat sambutan.
Maka dari itu Desvian berharap agar pendidikan yang telah ditempuh oleh para mahasiswa adalah untuk membentuk pribadi yang mampu merespon berbagai situasi yang dihadapi dunia saat ini, agar para peserta yudisium mampu menyelesaikan persoalan-persoalan di dunia pendidikan di masa kini dan masa depan.
“Maka saya harap pendidikan yang telah anda tempuh disini dapat menjadikan anda menjadi sosok yang yang dapat merespon dan menyelesaikan masalah terkait pendidikan di masa depan,” tutur Desvian.
Sementara itu, Prof Prima Gusti Yanti selaku Kaprodi PBSI mengatakan apresiasi kepada mahasiswa PBSI FKIP Uhamka yang telah menyelesaikan pendidikan S1 dengan tepat waktu. Ia juga mengatakan bahwa ini merupakan kolaborasi mahasiswa dengan prodi untuk mencapai akreditasi Unggul.
“Kami tentu tidak bisa mencapai Unggul tanpa kontribusi kalian sebagai mahasiswa. Saya juga ucapkan selamat kepada Aditya sebagai mahasiswa terbaik di PBSI. Semoga pencapaian ini dapat ditularkan kepada teman-teman maupun adik tingkatnya,” tutur Prima.
Prima juga berpesan dimanapun dan kapanpun setelah menjadi alumni PBSI FKIP Uhamka tetap menjaga nama baik almamater universitas maupun PBSI FKIP Uhamka.
“Setelah menjadi alumni, kalian tetap harus menjalin silaturahmi dengan prodi. Terus sebarkan kepada masyarakat bahwa PBSI FKIP Uhamka telah unggul dari segi kuantitas maupun kualitas,” ujar Prima.
Daftar sekarang juga dan ajak teman-temanmu untuk menjadi calon mahasiswa baru di FKIP UHAMKA. Penawaran berbagai macam program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau langsung saja melalui http://www.fkip.uhamka.ac.id ke menu “Beasiswa Mahasiswa” atau https://linktr.ee/uhamka . Bagi kalian yang ingin mengetahui seluruh program studi di FKIP Uhamka dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka
]]>Selain universitasnya yang telah terakreditasi Unggul, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) S1 dan Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana S2 telah terakreditasi Unggul pula.
Sebagai kampus terakreditasi Unggul, Uhamka menduduki rangking peringkat ke-1 versi impact Webomatrics dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aiysiyah se Indonesia-Malaysia. Kemudian Uhamka juga menjadi Top 5 dari Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Tentunya sebagai Prodi terakreditasi Unggul, PBSI FKIP Uhamka terus memperluas mutu pendidikan secara Internasional diantaranya bersama Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Uhamka. Dalam kaitan ini, PBSI FKIP Uhamka melakukan implementasi Internasional melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada bidang pendidikan dan pengajaran dengan judul Implementatif Model Pembelajaran Abad 21 Bagi Guru Mahad Albisat Addiniyah Di Yalla, Thailand dan Mahad Al Irsyad Lil-Banat Yala Thailand Selatan, Rabu (20/7).
Dalam kegiatan ini pula, PBSI FKIP Uhamka melaksanakan implementasi berkelanjutan dengan sekolah Mahad Al Bisat Addinyah dan Mahad Al Irsyad Lil-Banat Yala Thailand Selatan dalam program magang Internasional bagi mahasiswa PBSI dan kelak kegiatan ini pula akan berkelanjutan dengan memberikan pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat dasar bagi siswa dan pengembangan pembelajaran bagi guru-guru.
Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Prof Prima Gusti Yanti selaku Kaprodi PBSI FKIP Uhamka, Nur Aini Puspitasari selaku Sekretaris Prodi PBSI FKIP Uhamka, Mahad H. Abdulraahman Tupa selaku guru sekolah Thailand, dan 29 guru sekolah Thailand.
Prof Prima Gusti Yanti selaku Kaprodi PBSI FKIP Uhamka menuturkan bahwa PBSI FKIP Uhamka melaksanakan kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengimplementasikan akreditasi yang telah Unggul.
“Alhamdulillah kami PBSI FKIP Uhamka berkesempatan untuk bisa berkolaborasi dengan Mahad Albisat Addiniyah Di Yalla Thailand dan Mahad Al Irsyad Lil-Banat Yala Thailand Selatan dalam rangka implentasi akreditasi Unggul. Semoga PBSI FKIP Uhamka dapat mempertahankan dan meningkatkan mutu pendidikannya serta bermanfaat bagi bagi semua kalangan,” tutur Prof Prima.
Prima juga mengatakan, kecakapan abad 21 menjadi sebuah narasi untuk merubah pemikiran pendidik. Realitas yang tidak bisa kita pungkiri bahwa pendidik/guru masa kini dengan dahulu jauh berbeda.
“Perlu menjadi pemahaman para pendidik bahwa profesionalisme pendidik di abad 21 bukanlah semata-mata keahlian dalam suatu topik tertentu. Melainkan, harus menjadi ahli dalam mencari tahu bersama-sama dengan siswa mereka, tahu cara berkolaborasi, dan ahli membersamai siswa untuk mencari penemuan baru dalam setiap proses pembelajaran,” ujar Prima.
Selain itu, Desvian Bandarsyah selaku Dekan FKIP Uhamka mengapresiasi kegiatan yang berlangsung baik dan dapat memajukan pendidikan serta kualitas para pendidik dalam implementasi pembelajaran.
“PBSI FKIP Uhamka telah menunnjukkan keunggulan melalui kegiatan pengabdian ini. Hal tersebut merupakan bukti implementasi yang baik untuk tingkatkan pendidikan dan kualitas para pendidik. Semoga kedepannya PBSI FKIP Uhamka dapat konsisten dalam memberikan kegiatan yang bermanfaat seperti ini lagi,” ungkapnya.
Daftar sekarang juga dan ajak teman-temanmu untuk menjadi calon mahasiswa baru di FKIP UHAMKA. Penawaran berbagai macam program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau langsung saja melalui http://www.fkip.uhamka.ac.id ke menu “Beasiswa Mahasiswa” atau https://linktr.ee/uhamka . Bagi kalian yang ingin mengetahui seluruh program studi di FKIP Uhamka dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka
Penulis: Alif
Editor: Dayu
]]>
Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) sebagai kampus terakreditasi unggul terus memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Melihat perkembangan teknologi menjadi tuntutan media pembelajaran.
Demi meningkatkan pembelajaran yang efektif tersebut, dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Untuk Peningkatan Pembelajaran dan Pengembangan Promosi Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah di SMA Muhammadiyah Cileungsi, Senin (18/07).
Pengabdian ini bertujuan untuk para guru di SMA Muhammadiyah Cileungsi dan sekitarnya agar dapat mengaplikasikan pembuatan video pembelajaran melalui suatu website. Mengingat masih banyak para pendidik yang belum memahami teknologi sebagai media pembelajaran.
Trie Utari Dewi selaku dosen PBSI FKIP Uhamka menjadi narasumber yang membahas terkait website tersebut. Ia dibantu oleh Abdul Latif yang juga sebagai dosen PBSI FKIP Uhamka.
Setiap pendidik yang hadir sebagai peserta diwajibkan untuk membawa laptop agar memudahkan dalam mengaplikasikan langsung. Praktik langsung yang dilakukan oleh kedua dosen PBSI FKIP Uhamka itu membuat para peserta yang tentunya seorang pendidik menjadi aktif dalam mengaplikasikannya.
Trie Utari Dewi menyebut video pembelajaran adalah hal yang sangat penting untuk menunjang kualitas pembelajaran.
“Terkait kurikulum nerdeka, video pembelajaran sbgat penting karena anak dapat belajar kapanpun, dimanapun, dan dapat diulang kembali,” ujar Trie.
Dengan begitu, pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk para pendidik agar menunjang pendidikan menjadi lebih baik lagi mengikuti perkembangan zaman era digital.
]]>