Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA (Uhamka) program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bernama Sarah Assyifa berhasil terpilih dalam kegiatan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).
AYIMUN adalah platform dimana mentalitas pemuda dalam kepemimpinan, negosiasi, dan diplomasi akan dikembangkan dalam Model United Nations. Asia Youth International MUN bertujuan untuk melibatkan para pemimpin pemuda dari seluruh dunia dan untuk menyediakan platform untuk berbagi perspektif dan pendapat dalam memecahkan masalah dunia.
Kegiatan ini diikuti para pemuda/i dari berbagai dunia yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, India, Ukraina, Pakistan, Bangladesh, Spanyol, hingga Indonesia, seperti Mahasiswa Uhamka itu sendiri. Acara ini dilaksanakan pada 30 September – 3 Oktober 2022, 4 hari 3 malam.
Peserta Uhamka bernama Sarah Assyifa itu mengungkapkan kesan dan pesannya dalam mengikuti kegiatan ini, dirinya menyebut bahwa dengan mengikuti kegiatan ini adalah hal yang sangat membanggakan dan sangat terkesan bagi dirinya bisa terpilih dalam kegiatan yang sangat menambah wawasan dan memperluas relasi sampai keluar negeri.
“Sebenarnya sampai detik ini masih gak percaya kemarin bisa diterima, bisa berangkat, bahkan bisa mengikuti kegiatan selama disana sampai pulang lagi ke Indonesia. Satu hal yang pasti adalah karena saya mau menjadi yang berbeda, bukan sekedar menjadi saya yang biasa saya kerjakan setiap harinya.” ujar Sarah, Selasa (11/10).
“Kegiatan yang sangat seru dan menentang diri saya sendiri yang mengharuskan terjun langsung untuk berbicara tentang isu-isu terkini. Yang membuat saya terkesan adalah posisi kita sebagai mahasiswa Bahasa Indonesia yang terkadang meremehkan pentingnya menguasai Bahasa Inggris karena kita berpikir bahasa asing tidak akan terpakai karena dasarnya nanti kita akan menjadi guru Bahasa Indonesia. Namun, nyatanya setiap individu harus menguasai dasar conversation in english karena termasuk hal terpenting,” tambahnya.
Ada beberapa tahapan saat mendaftarkan diri ke dalam AYIMUN yaitu, pertama yang dilakukan adalah registrasi, dilanjut dengan mengisi pertanyaan tertulis, memilih council antara UNICEF, UNESCO, dan UNHCR, lalu mengisi pertanyaan kenapa memilih council tersebut, selanjutnya mengisi level TOEFL Bahasa Inggris, menunggu pengumuman lulus seleksi, setelah lulus seleksi, melakukan pembayaran full accommodation, mengurus dokumen-dokumen keberangkatan seperti paspor, tiket, sertifikat vaksin, KTP, dan submit position paper.
Tujuan pertama kegiatan AYIMUN yaitu Pullman Kuala Lumpur Bangsar Hotel untuk opening ceremony, gala dinner, grand symposium, dan conference session. Berikutnya Sheraton Petaling Jaya Hotel untuk closing ceremony, cultural performances, dan awarding session sekaligus after party. (Mahesa Azzahra)
Penulis: Alif
Editor: Annisa
]]>Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Arnia Faiqah Tyara Sari untuk melakukan program pertukaran mahasiswa merdeka tahun 2022 ke Universitas Hasanudin Makassar (UNHAS) dan Maymunah Lubis melakukan pertukaran mahasiswa ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022 sendiri merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di perguruan tinggi manapun di Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan dan atau perluasan kompetensinya.
Arnia Faiqah Tyara Sari selaku mahasiswa yang lulus dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022 ini mengungkapkan kebahagiannya atas kesempatan yang telah diraihnya. Menurutnya program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa untuk memperluas kompetensi dan kemampuannya.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022 ini dapat menjadi peluang dan kesempatan yang tepat untuk saya meningkatkan soft skill dalam diri saya dan kompetensi saya kedepannya,” ujar Arnia.
Daftar sekarang juga dan ajak teman-temanmu untuk menjadi calon mahasiswa baru di FKIP UHAMKA. Penawaran berbagai macam program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau langsung saja melalui http://www.fkip.uhamka.ac.id ke menu “Beasiswa Mahasiswa” atau https://linktr.ee/uhamka . Bagi kalian yang ingin mengetahui seluruh program studi di FKIP Uhamka dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka
]]>Kegiatan ini dihadiri oleh Desvian Bandarsyah selaku Dekan FKIP Uhamka, Sri Astuti selaku Wakil Dekan I, Samsul Maarif selaku Wakil Dekan II, Harinaredi selaku Wakil Dekan III Muhammad Dwifajri selaku Wakil Dekan IV, Prof Prima Gusti Yanti selaku Kaprodi PBSI FKIP Uhamka, Nur Aini Puspitasari selaku Sekretaris Prodi, dosen di lingkungan FKIP Uhamka, dan 1.024 mahasiswa peserta yudisium di antaranya 77 mahasiswa PBSI FKIP Uhamka.
Desvian Bandarsyah selaku Dekan FKIP Uhamka menyampaikan bahwa mahasiswa FKIP Uhamka yang di yudisium merupakan bibit-bibit untuk menjadi guru yang unggul dan baik. Menurutnya, guru yang baik adalah guru yang memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki dirinya menjadi guru yang lebih baik di masa depan.
“Anda telah dididik selama empat tahun di FKIP Uhamka untuk membentuk anda sebagai guru yang unggul dan baik, yang mana guru yang baik ini adalah guru yang dapat menjadi role model bagi anak didiknya kelak dan memiliki kesadaran untuk terus menjadi lebih baik di dalam mengembangkan membina dan mengoptimalisasikan potensi-potensi anak didiknya,” ujar Desvian saat sambutan.
Maka dari itu Desvian berharap agar pendidikan yang telah ditempuh oleh para mahasiswa adalah untuk membentuk pribadi yang mampu merespon berbagai situasi yang dihadapi dunia saat ini, agar para peserta yudisium mampu menyelesaikan persoalan-persoalan di dunia pendidikan di masa kini dan masa depan.
“Maka saya harap pendidikan yang telah anda tempuh disini dapat menjadikan anda menjadi sosok yang yang dapat merespon dan menyelesaikan masalah terkait pendidikan di masa depan,” tutur Desvian.
Sementara itu, Prof Prima Gusti Yanti selaku Kaprodi PBSI mengatakan apresiasi kepada mahasiswa PBSI FKIP Uhamka yang telah menyelesaikan pendidikan S1 dengan tepat waktu. Ia juga mengatakan bahwa ini merupakan kolaborasi mahasiswa dengan prodi untuk mencapai akreditasi Unggul.
“Kami tentu tidak bisa mencapai Unggul tanpa kontribusi kalian sebagai mahasiswa. Saya juga ucapkan selamat kepada Aditya sebagai mahasiswa terbaik di PBSI. Semoga pencapaian ini dapat ditularkan kepada teman-teman maupun adik tingkatnya,” tutur Prima.
Prima juga berpesan dimanapun dan kapanpun setelah menjadi alumni PBSI FKIP Uhamka tetap menjaga nama baik almamater universitas maupun PBSI FKIP Uhamka.
“Setelah menjadi alumni, kalian tetap harus menjalin silaturahmi dengan prodi. Terus sebarkan kepada masyarakat bahwa PBSI FKIP Uhamka telah unggul dari segi kuantitas maupun kualitas,” ujar Prima.
Daftar sekarang juga dan ajak teman-temanmu untuk menjadi calon mahasiswa baru di FKIP UHAMKA. Penawaran berbagai macam program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau langsung saja melalui http://www.fkip.uhamka.ac.id ke menu “Beasiswa Mahasiswa” atau https://linktr.ee/uhamka . Bagi kalian yang ingin mengetahui seluruh program studi di FKIP Uhamka dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka
]]>
Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa yang mudah untuk dipelajari dan diimplementasikan, namun ternyata masih banyak yang belum dipahami tentang keberadaan bahasa Indonesia sebagai identitas masyarakat Indonesia.
Maka dari itu, hanya di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) para mahasiswa bisa memahami dan mendalami tentang Bahasa Indonesia, khususnya yang ingin terjun dalam dunia pendidikan.
Selain berkecimpung di bidang pendidikan, prodi PBSI juga meluluskan mahasiswa berprestasi yang multi agent di berbagai bidang yang lain.
Seperti peneliti, penulis, editor, jurnalis, pembina sanggar sastra, penerbit media digital dan konvensional, serta sebagai pengajar BIPA.
PBSI FKIP Uhamka dapat menjadi prioritas pilihan kampus masa kini yang memiliki prospek karir yang meyakinkan karena tidak hanya berfokus dalam dunia pendidikan tapi juga bidang yang lainnya.
Daftar sekarang juga dan ajak teman-temanmu untuk menjadi calon mahasiswa baru di FKIP Uhamka. Penawaran berbagai macam program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau langsung saja melalui http://www.fkip.uhamka.ac.id ke menu “Beasiswa Mahasiswa” atau https://linktr.ee/uhamka . Bagi kalian yang ingin mengetahui seluruh program studi di FKIP Uhamka dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka
]]>Kali ini lima mahasiswa semester akhir PBSI FKIP Uhamka yang terdiri atas Aditya, Bagas, Sapta Nur, Giwang Katon, dan Durri Yatul Lumah yang tergabung dalam grup Vanderwicjk berhasil meraih medali perunggu dalam perlombaan Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) cabang lomba musikalisasi puisi. Kegiatan ini dilaksanakan dua tahun sekali pada ajang Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia.
Pekan Seni Mahasiswa PTMA sendiri merupakan ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh persyarikatan Muhammadiyah. Pekan seni ini menjadi Wadah bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi Muhammadiyah untuk mengeksplor kemampuannya di bidang seni.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini memberi kesempatan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bergelut dalam cabang musikalisasi puisi. Komunitas Vanderwicjk membawakan tiga buah karya, yaitu Aku akan Berlari karya Jabrohim yang dibawakan untuk babak penyisihan. Pada babak final mereka membawakan Lagu dalam Hujan karya Abdul Hadi WM dan Kata-Mu karya A.Sayuti.
Bagas, salah satu anggota Komunitas Vanderwicjk mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan Vanderwicjk dalam lomba Pekan Seni Mahasiswa PTMA ini.
“Tentu hal yang paling utama kita sangat bersyukur atas hasil kerja keras bersama teman-teman Komunitas Vanderijck membuahkan hasil. Ketika kami mendapatkan kabar bahwa mendaptkan mendali perunggu kami langsung bersujud syukur. Alhamdulillah kami di tahun ini bisa menghadiahkan prestasi kembali kepada kampus dan khususnya kepada Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,” ujar Bagas.
]]>