Manusia Kabut

Meski mulut bocah itu membisu, namun dari matanya kata-kata terus beluncuran. Seperti kabut lembah, diam-diam membisiku tentang cericit burung Jelagah. “Kenapa kau Bandu?” tanyaku padanya dengan suara selembut mungkin. Namun ia tetap membisu, ia enggan bercerita padaku. Entah apa yang telah terjadi padanya. Aku sempat melihat luka di punggungnya, semacam luka memar. “Bandu kau tidak …

Manusia Kabut Selengkapnya »