
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mendampingi siswa MTsN 21 Jakarta berkunjunh ke Televisi Muhammadiyah (TVMu).
Kunjungan ke TVMu melalui PBSI FKIP Uhamka merupakan program edukasi yang digelar oleh PBSI FKIP Uhamka untuk memperkenalkan dunia penyiaran kepada para siswa, serta meningkatkan wawasan dan pengalaman generasi muda di Tingkat SMP Sederajat di bidang jurnalistik dan berita televisi, sehingga bisa menjadi jurnalis yang kompeten dan terampil di pemberitaan.
Kunjungan dan Edukasi Jurnalistik ke TVMu didampingi oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Jurnalistik PBSI FKIP Uhamka, Abdul Latif, 5 guru pendamping dan sekitar 30 siswa MTsN 21 Jakarta yang ikut serta dalam kegiatan ini dengan penuh antusias.
Pada kesempatan ini, para siswa diberi kesempatan untuk berkeliling di dalam studio tvmu dan melihat langsung proses pembuatan program televisi. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai teknik penyiaran, pembuatan konten, proses editing konten dan program berita. Siswa juga diberikan kesempatan untuk praktek langsung di studio, seperti mencoba menjadi pembawa berita.
Abdul Rahman Jupri selaku Kaprodi PBSI FKIP Uhamka mengatakan, tujuan mengajak siswa binaan Prodi PBSI FKIP Uhamka dari MTsN 21 jakarta untuk mengenalkan literasi sedini mungkin kepada para siswa SMP Sederajat sekaligus mengenalkan dunia jurnalistik khususnya di bidang penyiaran.
“Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi PBSI FKIP Uhamka dalam memperkenalkan serta literasi mengenai bidang Jurnalistik dan tata cara operasional penyiaran berita di televisi untuk generasi muda yang berada di Tingkat SMP Sederajat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda di bidang jurnalistik,” ucap Abdul Rahman Jupri.
Dilain pihak, Wahyuning Puji Hastuti, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MTsN 21 Jakarta, menyambut positif ajakan ini, yang dianggap sangat bermanfaat. Ia mengapresiasi program yang digagas PBSI Uhamka. menurutnya, kunjungan ke Televisi Muhammadiyah memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar langsung tentang proses penyiaran.
“Kita dari MTsN 21 Jakarta, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PBSI FKIP Uhamka yang telah membina para siswa kami dalam literasi Jurnalistik, dengan berkunjung langsung ke Televisi Muhammadiyah, dan menyaksikan langsung proses penyiaran berita,” ujar Wahyuning.
Selain itu, salah satu Siswa MTsN 21 jakarta bernama Syaharani Zahra yang turut merasakan kunjungan ke televisi muhammadiyah menurutnya sangat menyenangkan dan mendapatkan ilmu hal yang baru terutama seputar jurnalistik terutama perihal pemberitaan.
“Sangat asik dan menyenangkan, Dimana para siswa bisa langsung menyaksikan proses penyiaran berita di TVMu yang menjadi pengalaman baru bagi kita Siswa MTsN 21 Jakarta melalui program kunjungan yang dilaksanakan PBSI FKIP Uhamka ini,” ucap Syaharani.
Sejak awal tahun ajaran, Program Studi PBSI FKIP Uhamka sudah melakukan beberapa pelatihan yang melibatkan siswa-siswa MTsN 21 Jakarta. Kegiatan ini mencakup berbagai aspek literasi, mulai dari penulisan hingga penyampaian informasi di media massa. dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa bisa lebih paham tentang dunia media dan penyiaran, serta bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak di masa depan.
]]>Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang merupakan program studi yang di unggulkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA turut meningkatkan diberbagai lini diantaranya kurikulum demi peningkatan lulusan yang bermutu dan siap berdaya saing.
Dilain hal, PBSI FKIP Uhamka yang saat ini dipercaya oleh Kementerian Pendidikan turut melaksanakan dan menyukseskan program Center of Excelence Merdeka Belajar Kampus Merdeka sebagai program studi rujukan yang akan dijadikan contoh dan di tiru oleh program studi maupun kampus lainnya.
Dalam kaitan ini, PBSI FKIP Uhamka memiliki kebanggaan tersendiri walaupun demikian PBSI FKIP Uhamka tidak ingin mengecewakan Uhamka maupun kemendikbudristek karena telah mempercayakan PBSI turut melaksanakan Center of Excelence.
Prof. Dr. Prima Gusti Yanti selaku kaprodi PBSI menuturkan “tentunya kami memiliki kebanggaan tersendiri karena kami dipercaya dapat melaksanakan Center of Excelence oleh Kemendikbud. Walaupun demikian, tentunya kami tidak ingin mengecewakan kemendikbud ristek maupun Uhamka pada khususnya bahwa kami akan berusaha keras menjadi program studi unggul sebagai percontohan oleh program studi maupun kampus lainnya,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, “demi terlaksananya program Center of Excelence, PBSI Uhamka turut melaksanakan workshop penyusunan kurikulum MBKM PBSI UHAMKA bersama Prof. Dr. Sarwiji Suswandi” tuturnya
Satu lagi prestasi yang telah dicapai mahasiswa kebanggaan PBSI Uhamka sebagai garda depan dalam penerimaan program pertukaran pelajar dengan kampus lain melalui Program Kampus Merdeka Kemendikbud RI.
Dwi Indah Rohyanti menambahkan dirinya sebagai salah satu dari beberapa mahasiswa PBSI Uhamka yang telah lolos dan sukses dalam program pertukaran pelajar merdeka yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI dalam program Kampus Merdeka tahun ini.
Melalui halaman Instagram official dari PBSI Uhamka yaitu @pbsiuhamka, seluruh rekan PBSI Uhamka mengucapkan selamat kepada Dwi Indah dan beberapa mahasiswa PBSI Uhamka lainnya yang berhasil menerima dan mendapatkan program pertukaran pelajar dengan kampus lain yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI.
Dengan suksesnya mahasiswa-mahasiswa PBSI Uhamka dalam program Kampus Merdeka Kemendikbud menjadi contoh kontribusi besar PBSI bersama FKIP Uhamka dalam mensukseskan program-program pendidikan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud dalam memberikan inovasi terhadap pendidikan di Indonesia melalui mahasiswa-mahasiswa unggulan yang kreatif dan inovatif.
Daftarkan diri Anda segera mungkin untuk menjadi calon mahasiswa baru di Uhamka dengan penawaran program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau https://linktr.ee/uhamka untuk dapat mengetahui seluruh program studi di Uhamka dan dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka untuk 12 Program Studi unggulan di FKIP Uhamka atau melalui https://linktr.ee/pbsiuhamka
Kabarpendidikan.id UHAMKA atau Universitas Muhammadiyah Prof .DR. HAMKA merupakan Perguruan Tinggi yang dikelola oleh Organisasi Muhammadiyah yang kini mendapatkan kepercaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Deroktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai sebagai Model Center Of Excellence (CoE) Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHAMKA. Hal ini, merupakan satu-satunya program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang di percaya sebagai model Center Of Excellence (CoE) Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Sudah sepantasnya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesiadi lingkungan FKIP Uhamka mendapatkan kepercayaan ini karena hingga kini masih bisa mempertahankan Akreditasi A selama 2 kali berturut-turut dan terus meningkatkan proses perkuliahan secara akademik maupun non akademik sehingga mendapatkan lulusan yang diterima di dunia kerja dengan hasil yang baik.
Dilain hal keberhasilan mendapatkan Akreditasi A secara berturut-turut tidak lupa akan dosen di program studi tersebut telah memiliki enam profesor pada bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Prof. Prima Gusti Yanti selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menuturkan bahwa, “Alhamdulillah berkat kerja keras dan kerja cerdas dosen PBSI (Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia) yang tidak henti-hentinya meningkatkan dari segi akademisi maupun non akademis yang kini PBSI memiliki empat orang Profesor di bidang Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra. Serta dosen mudanya juga tidak ingin ketinggalan dalam peningkatan akademik yaitu beberapa dosen sudah bergelar Doktor dan beberapa orang sedang menempuh pendidikan S3. Sementara itu, komitmen menjalankan Program MBKM Kemendikbud sehingga mendapatkan kepercayaan memperoleh bantuan menyusun model Center Of Excellence (CoE) yang dapat di tiru oleh program studi lainnya bahkan perguruan lainnya,” ujarnya
Dilain pihak, Prof. Gunawan Suryoputro selaku Rektor UHAMKA turut bahagia atas kabar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari 43 Program studi di lingkungan Uhamka mendapatkan keercayaan sebagai model Center Of Excellence (CoE) yang dapat di tiru oleh program studi lainnya.
“Saya turut senang akan kabar baik dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang di pimpin oleh Prof. Prima selaku Kaprodi karena telah membuktikan capaian-capaiannya, baik dari Akreditasi A yang masih dipertahankan dan sekarang mendapatkan hibah model Center Of Excellence (CoE) yang akan di tiru oleh program studi lainnya baik di lingkungan UHAMKA maupun Perguran Tinggi lainnya,” ujar Prof. Gunawan.
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Uhamka selenggarakan sosialisasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Rabu, (4/8).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui online virtual zoom meeting dan disiarkan langsung melalui kanal youtube pbsiuhamka ini diikuti oleh mahasiswa program studi PBSI dari angkatan 2018 hingga 2020.
Dalam sambutannya, Prof Dr Prima Gusti Yanti selaku Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengatakan, “Program studi PBSI Uhamka memperoleh CoE MBKM, yang diharuskan untuk melakukan sosialisasi kepada mahasiswa,” tuturnya.
Centre of Excellence atau biasa disingkat dengan CoE, merupakan suatu program bantuan program studi untuk mengimplementasikan program kampus merdeka.
“Namun di sisi lain, mahasiswa memiliki keuntungan karena mahasiswa akan dapat memahami bagaimana teknis MBKM ini. Karena kedepannya, pemerintah sudah sangat konsentrasi dalam pelaksanaan MBKM yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan ilmu yang lebih luas. Tidak hanya berada di program studinya saja, tetapi dapat melihat dunia pendidikan di kampus lainnya dan juga masyarakat,” lanjutnya.
Prima mengungkapkan, MBKM ini sifatnya adalah tawaran. Namun, ini merupakan tawaran yang sangat menggiurkan. Program pertukaran pelajar mahasiswa merupakan 1 dari 8 program yang sudah dirancang oleh kemendikbud dalam MBKM ini.
Dalam hal ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk melakukan pertukaran mahasiswa tidak hanya di luar Uhamka, namun juga di dalam Uhamka.
“Alhamdulillah, program studi PBSI sudah menjalin kerjasama dengan beberapa program studi di Uhamka yaitu Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi dan Bahasa Inggris. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa,” ujar Prima. (FHA)
Daftarkan diri Anda segera mungkin untuk menjadi calon mahasiswa baru di Uhamka dengan penawaran program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau https://linktr.ee/uhamka untuk dapat mengetahui seluruh program studi di Uhamka dan dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka untuk 12 Program Studi unggulan di FKIP Uhamka atau melalui https://linktr.ee/pbsiuhamka
Program studi Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Uhamka mendapatkan Hibah Center of Excellence (CoE) MBKM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Salah satu program kegiatan ini adalah membawa mahasiswa terjun ke dunia kerja.
“Kami menjalin kerja sama dengan mitra yang relevan dengan profil lulusan kami,” ujar Prima Gusti Yanti, Ketua Program Studi PBSI FKIP Uhamka.
Saat ini PBSI FKIP Uhamka telah bekerja sama dengan Kabarpendidikan.id, SMP N 167 Jakarta, SMA Muhammadiyah 18 Jakarta, dan PAUD Aisyiah Petukangan Utara. Dengan kerja sama tersebut, para mahasiswa dapat mengikuti magang/praktik kerja di sana. Kehadiran mahasiswa di dunia kerja membuat mereka mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan empiris.
“Saya sekarang jadi tahu kerja seorang wartawan. Dari turun ke lapangan sampai pada pembuatan berita,” ujar Annisa Dea Prihani, mahasiswa PBSI FKIP Uhamka yang magang di kabarpendidikan.id.
Bukan hanya Annisa yang mengikuti implementasi CoE MBKM ini, Bagas, mahasiswa semester 7 juga mengikuti program magang di SMP N 167 Jakarta. Ia membuat program pelatihan menulis puisi di sekolah tersebut.
Kegiatan implementasi MBKM magang/praktik kerja ini diikuti oleh 8 mahasiswa. Kegiatan ini menyebar di 4 mitra kerja sama, yaitu 3 mahasiswa mengikuti Magang/Praktik Kerja di Kabarpendidikan.id, 2 mahasiswa mengikuti kegiatan asistensi mengajar di SMP N 167 Jakarta, 2 di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta, dan 1 di PAUD Aisyiah Petukangan Utara.
Selain magang/praktik, PBSI FKIP Uhamka menyelenggarakan kegiatan pertukaran mahasiswa di luar program studi di dalam dan di luar perguruan tinggi. Untuk di luar perguruan tinggi, diikuti 11 mahasiswa, yaitu 4 di Universitas Muhammadiyah Malang, 4 di Universitas Muhammadiyah Makasar, dan 3 di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Untuk di dalam perguruan tinggi, 1 di prodi Teknik Informatika dan 1 di prodi Ilmu Komunikasi.
Kegiatan CoE MBKM ini, selain mengirim mahasiswa ke dunia kerja dan pertukaran mahasiswa, kegiatan ini juga menghasilkan produk Kurikulum MBKM, Pedoman Pelaksanaan MBKM, dan Perangkat Pembelajaran Team Based Project. PBSI FKIP Uhamka merupakan satu-satunya program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang meraih Hibah Center of Excellence.
PBSI FKIP Uhamka Kirim Mahasiwa ke Dunia Kerja Melalui Program CoE MBKM
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Uhamka merupakan satu-satunya program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang meraih Hibah Center of Excellence. Salah satu implementasi kegiatan ini adalah mengirim mahasiswa ke dunia kerja.
Untuk merealisasikan kegiatan tersebut, PBSI FKIP Uhamka telah bekerja sama dengan dunia kerja. Hasilnya, 8 mahasiswa dapat praktik langsung. Mereka menyebar di 4 mitra kerja sama, yaitu 3 mahasiswa mengikuti Magang/Praktik Kerja di Kabarpendidikan.id, 2 mahasiswa mengikuti kegiatan asistensi mengajar di SMP N 167 Jakarta, 2 di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta, dan 1 di PAUD Aisyiah Petukangan Utara.
Annisa Dea Prihani, mahasiswa PBSI FKIP Uhamka yang magang di kabarpendidikan.id menyatakan, “Saya sekarang jadi tahu kerja seorang wartawan. Dari turun ke lapangan sampai pada pembuatan berita.” Sejalan dengan Annisa, Bagas, yang mengikuti program magang di SMP N 167 Jakarta mendapatkan pengalaman luar biasa. Melalui kegiatan ini, ia membuat program pelatihan menulis puisi di sekolah tersebut.
Kerja sama ini merupakan wujud komitmen PBSI FKIP Uhamka untuk keberlanjutan program CoE MBKM ini. Kerja sama yang dibangun PBSI FKIP Uhamka didasarkan pada kriteria tertentu. Prima Gusti Yanti, Ketua Program Studi PBSI FKIP Uhamka menegaskan, “Kami menjalin kerja sama dengan mitra yang relevan dengan profil lulusan kami.”
Selain menyelenggarakan kegiatan magang/praktik, PBSI FKIP Uhamka menyelenggarakan kegiatan pertukaran mahasiswa di luar program studi di dalam dan di luar perguruan tinggi. Untuk di luar perguruan tinggi, diikuti 11 mahasiswa, yaitu 4 di Universitas Muhammadiyah Malang, 4 di Universitas Muhammadiyah Makasar, dan 3 di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Untuk di dalam perguruan tinggi, 1 di prodi Teknik Informatika dan 1 di prodi Ilmu Komunikasi.
Universitas Kuningan (Uniku) kembali meraih prestasi. Kali ini diperolehnya dalam Festival Literasi Uhamka (FLU) jilid 3, di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, pada tanggal 21 – 23 Maret 2019 kemarin.
Rektor Uniku, Dikdik Harjadi, ditemui www.dialektikakuningan.com, Selasa (26/03/2019), mengampaikan apresiasi positifnya atas penghargaan yang diraih dua mahasiswanya. Yaitu, Saepudin dan Dede Rudiansyah, dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dimana keduanya kembali bisa menorehkan prestasi nasional, menjuarai lomba menulis esai dan lomba baca puisi di ajang Festival Literasi Uhamka (FLU) tahun 2019. Dirinya tampak sangat senang, karena prestasi ini adalah untuk ketiga kalinya dalam mengikuti ajang festival tersebut.
“Di Uniku itu ada program “kadeudeuh” yang dikhususkan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berhasil mengharumkan dengan sebuah menorehkan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Yakni, berupa bantuan pendidikan atau beasiswa bagi mereka yang berprestasi,” ungkapnya.
Adapun, prestasi yang mampu dipertahankan Muhammad Saepudin dalam FLU, yaitu Juara 1 lomba menulis esai dan Juara 2 membaca puisi. Sedangkan, Dede Rudiansah, menjadi juara Lomba Membaca Puisi. Untuk keseluruhan lomba dalam FLU, terdiri dari membaca puisi, musikalisasi puisi, menulis esai, menulis cerpen, menulis naskah drama pendek, dan pentas drama pendek, yang dipertandingkan tingkat siswa maupun mahasiswa.
Hal senada diungkapkan Kaprodi PBSI, Ifah Hanifah, yang turut mengucapkan selamat kepada anak didiknya yang baru mendapatkan prestasi itu, serta ia sangat bersyukur sekali.
Sementara, Saepudin, yang juga menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) PBSI, mengatakan kalau dirinya seolah tidak mempercayai, tulisan esainya tembus kembali menjadi Juara 1.
“Setelah perlombaan kemarin, saya dan sejumlah mahasiswa Uniku lainnya, sesuai dengan agenda yang telah direncanakan akan mengikuti perlombaan membaca puisi Piala Sapardi Djoko Darmono, di STKIP Yasika Majalengka. Juga, lomba membaca cerpen tingkat Internasional, di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tuturnya.
Sumber : rasiorakyat
Tahun ini, Teater Hijrah membawakan lakon
berjudul Bulan dan Kerupuk karya Yusef Muldiana. Dengan garapan apik sutradara
Imam Widayat, pentas yang dibawakan oleh para mahasiswa dari unit kegiatan
teater berhasil memukau pengunjung dan dewan juri sejak awal hingga berakhirnya
pementasan.
“Alhamdulillah, teman-teman pemain, aktris Teater Hijrah bermain
total, sangat menjiwai peran, sehingga kami sukses,” kata Imam, dalam siaran
persnya, Jumat (19/10).
Selain pementasan yang total, kesuksesan Teater Hijrah tahun ini
juga tak lepas dari peran besar tim penata musik dan tim artistik panggung yang
sangat bagus. Semua berkolaborasi sehingga menghasilkan tontonan seni teater
yang menghibur, mencerdaskan dan menambah wawasan.
Adapun penghargaan yang diraih meliputi penghargaan untuk kategori Group Teater terbaik I diraih UKM Teater Hijrah Uhamka, Sutradara Terbaik diraih Imam Widayat, Alumni Teater Hijrah Uhamka, penghargaan Aktris Terbaik diraih Novia Rossa Waniza, FKIP/Pendidikan Matematika Uhamka, penghargaan untuk kategori Penata Musik Terbaik diraih Tjahyo Novoantoro dan kawan-kawan, dari FKIP/PBSI Uhamka, dan Penata Artistik Terbaik diraih Lita Fitriyah dan kawan-kawan, mahasiswa FKIP.Pendidikan BK Uhamka.
“Kami berharap ke depan Teater Hijrah terus maju dan mengukir banyak prestasi. Dan yang terpenting, mampu menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dibidang teater untuk bisa mengaktualisasikan dan mengekspresikan diri,” kata Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr Bunyamin.
Ia berjanji akan terus membina, mengembangkan dan turut mengawal bakat-bakat mahasiswa sehingga dapat mencapai prestasi yang maksimal. (yonika)
Sumber : menara62
Assalamualaikum.
Semoga teman-teman sehat selalu dan bahagia.
Kami mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Prof.
Dr. Hamka (UHAMKA) telah melakukan kegiatan dakwah lapangan yaitu membantu
keluarga kaum dhuafa untuk meringankan beban yang ada pada keluarga tersebut.
Kami membantu dengan niat yang ikhlas dan mengharapkan ridho Allah SWT serta
untuk menyiapkan bekal di akhirat kelak. Sesuai dengan sabda Allah SWT dalam
surah Al-Maun kami terdorong untuk membantu serta mengamalkan segala ajaran dan
perintah-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai manusia kita berkewajiban membantu sesama, terutama kepada yang nasibnya kurang
beruntung. Oleh karena itu kami sangat terdorong untuk melakukan kegiatan ini
karena setiap manusia semua mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing
sesama umat manusia lainnya. Kami melakukan dakwah kedaerah Depok dengan tujuan
untuk saling berbagi dan saling peduli kepada mereka yang membutuhkan.
Target kami dalam dakwah lapangan : Pemberdayaan kaum dhuafa.
Sasaran yang ingin tim kami bantu adalah sesuai dengan indikator serta perumusan masalah
yang sebelumnya telah dirancang dengan sebaik-baiknya, yaitu :
– Kondisi rumah yang sulit untuk melakukan aktifitas
– Penghasilan yang tidak menentu
– Anak yatim
– Pelajar
Sesuai dengan indikator di atas, tim kami menetapkan bahwa keluarga Ibu Kati menjadi target
kami yang harus diberdayakan.
Bentuk Kegiatan Dakwah Lapangan :
Kegiatan yang tim kami lakukan adalah membantu keluarga Ibu Kati dalam kebutuhan pendidikan
dan ekonomi di masa pandemi covid-19 ini. Bantuan yang diberikan berupa
alat-alat tulis, sembako, dan uang tunai.
Setelah tim kami memberikan bantuan kepada Ibu Kati berupa alat-alat tulis, sembako, dan uang
tunai, maka kami berharap agar kehidupan keluarga Ibu Kati dapat terbantu dari
kegiatan pemberdayaan kaum dhuafa ini.
Demikianlah laporan yang dapat kami sampaikan. Kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
memberdayakan keluarga Ibu Kati ini, serta menjalankan perintah Allah SWT
sesuai firmannya pada surah Al-Ma’un. Kami memberikan bantuan kepada keluarga Ibu
Kati terkumpul dana yang kami dapatkan sebesar Rp. 1.020.000 yang digunakan
untuk membeli alat-alat tulis, sembako, dan uang tunai. Kami selaku kelompok
pelaksana menyampaikan permohonan maaf apabila ada kesalahan, semoga Allah SWT
selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Sumber : kompasiana
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia (PBSI) FKIP Uhamka mendapatkan mata kuliah Pengenalan Lapangan
Persekolahan (PLP) tahap 1. Dalam mata kuliah tersebut, para mahasiswa terjun
langsung ke sekolah. Rangkaian kegiatan yang diikuti, di antaranya pembekalan
dan sosialisasi PLP1, pengamatan atau observasi sekolah, wawancara kepala
sekolah dan guru pamong, video hasil wawancara, laporan akhir PLP 1, dan
publikasi berita online.
Kelompok mahasiswa PBSI FKIP Uhamka yang menggelar PLP1 kali ini terdiri atas
enam orang, yakni Istiqomah Ramdhaniyah, Dhiba Riswinda Fajar, Hesti Yulia
Rahmawati, Kurnia Luvitha Witrianti, Nurul Rohmah Suhaemah, dan Sekar Pratiwi.
Mereka menjalani Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 (PLP 1) di SMP Islam
Al-Azhar 9.
Perwakilan mahasiswa, Istiqomah Ramdhaniyah,
mengatakan bahwa kegiatan PLP 1 2021 ini dilaksanakan pada masa pandemi dengan
menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dia juga menjelaskan, lokasi yang
strategis, akses dan perizinan yang mudah, serta lingkungan yang nyaman menjadi
alasan kegiatan PLP 1 diadakan di SMP Islam Al-Azhar 9.
Selain itu, para mahasiswa juga melakukan
wawancara dengan pihak sekolah. Mahasiswa PBSI Uhamka mewawancarai kepala
sekolah dan guru pamong pada Senin, 27 September 2021. Isi wawancara tersebut
mengenai struktural dan tata kerja sekolah, peraturan dan tata tertib sekolah,
kegiatan seremonial dan formal sekolah, serta kegiatan pembelajaran baik
daring, luring, maupun blended pada kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
“Dengan diadakannya PLP1 ini kita dapat mengetahui
hal-hal yang berkaitan dengan sekolah dan pemahaman mengenai pembelajaran serta
pengajaran pada saat pandemi seperti sekarang ini,” ujar salah satu mahasiswa,
Istiqomah.
“Kondisi pandemi membuat kita harus menyesuaikan
pembelajaran. Mau tidak mau memang kita harus beradaptasi dengan teknologi
pembelajaran secara daring,” ujar Pak Amirudin selaku Kepala SMP Islam Al-Azhar
9. Dengan demikian, dia mengatakan bahwa pada zaman sekarang seorang tenaga
pendidik mesti beradaptasi dengan teknologi untuk menunjang kegiatan
belajar-mengajar.
Tak dapat dimungkiri, dia melanjutkan, setiap hal
yang sudah dilakukan secara maksimal pasti ada kendala dan hambatan yang
dialami dalam proses tersebut. Ketika mengajar dengan sistem pembelajaran jarak
jauh (PJJ), tenaga pendidik pun mengalami kendala baik dari media pembelajaran
yang digunakan maupun dari individu masing-masing.
“Pembelajaran jarak jauh yang kita nggak ketemu
anak sama sekali itu, kendalanya anak tidak aktif ya kurang aktif. Yang
biasanya mungkin kalau dikelaskan sudah sahut-sahutan terus mungkin ada yang
ngobrol sama temannya, aktif, seru gitu ya suasana kelas. Nah, kalau masa
daring ini masa PJJ ini hening gitu ya. Terus harus dipaksa-paksa untuk ‘ayo
coba buka suaranya, unmute’ gitu. Susah ya agak susah cuman karena di
iming-iming atau diberikan kesempatan dengan penilaian Alhamdulillah-nya sih
masih bisa teratasi,” ujar Ira selaku guru Bahasa Indonesia SMP Islam Al-Azhar
9, Senin (27/9).
Ira juga menjelaskan, meskipun mengalami banyak
kendala, tenaga pendidik masih memiliki cara untuk mengatasinya. Dengan
demikian, kata dia, semangat dan motivasi dalam menyampaikan ilmu kepada anak
didiknya tak goyah. “Begitu pun anak didik tetap merasa nyaman dan berusaha
lebih aktif kembali dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Ira.
Sumber : Ghirahbelajar