Arrifah sebagai salah satu anggota Komunitas Vanderwijck mengungkapkan, hal ini dilakukan agar Komunitas Vanderwijck tetap mempunyai penerus karena komunitas ini merupakan ikon nya prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Uhamka.
“Sangat senang dan terharu, karena akan ada bibit-bibit baru yang akan meneruskan komunitas ini agar tidak mati, karena komunitas ini menjadi salah satu ikon dalam prodi PBSI itu sendiri, bagaimana pun caranya harus ada penerus yang melanjutkan komunitas ini,” ujarnya
Tidak hanya seruan kegiatan bergabung dalam Komunitas Vanderwijck, Rio sebagai salah satu anggota Komunitas Vanderwijck juga menyebut Komunitas Vanderwijck akan menggelar konser yang pastinya sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh Mahasiswa aktif PBSI.
“Sangat senang melihat seluruh mahasiswa aktif PBSI antusias dalam kegiatan Komunitas Vanderwijck serta turut mengikuti kegiatan membaca puisi. Dan yang paling ditunggu-tunggu antusias dari Mahasiswa Aktif PBSI ialah Komunitas Vanderwijck akan mengadakan konser juga kepanitiaan untuk melancarkan konser dari Komunitas Vanderwijck,” ungkapnya
Pada akhir acara terdapat sesi pembagian buku untuk beberapa mahasiswa aktif PBSI yang telah antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan juga telah ikut serta dalam pembacaan puisi.
]]>Hima PBSI memiliki akun Instagram untuk memberikan informasi-informasi aktual terkait sastra ataupun keorganisasian. Diantaranya yaitu konten INSAN (Informasi Sastrawan) dengan mengenalkan singkat Sutan Takdir Alisjahbana sebagai tokoh sastrawan.
Sutan Takdir Alisjahbana merupakan pengarang Indonesia yang banyak berorientasi ke dunia Barat. Ia mengatakan bahwa otak Indonesia harus diasah menyamai otak Barat. Walaupun banyak ditentang orang, Sutan Takdir Alisjahbana tetap dengan pendiriannya itu. Sutan Takdir Alisjahbana lahir di Natal, Tapanuli, Sumatera Utara, tanggal 11 Februari 1908, dan meninggal tanggal 31 Juli 1993. Jenazahnya dimakamkan di sebuah bukit di sekitar Bogor.
Tahun 1933 Sutan Takdir Alisjahbana mendirikan dan menerbitkan majalah Poedjangga Baroe bersama-sama dengan Amir Hamzah dan Armijn Pane. Majalah ini menyuarakan pembaharuan sastra. Sutan Takdir Alisjahbana menampilkan beberapa tulisan yang berorientasi pada pendiriannya itu, yaitu pembaruan ala Barat.
Karya Sutan Takdir Alisjahbana yang berupa novel, antara lain Tak Putus Dirundung Malang (Balai Pustaka, 1929) dan Layar Terkembang. Ia juga menulis puisi, antara lain Tebaran Mega(kumpulan puisi) dan esai sastra, antara lain Kebangkitan Puisi Baru Indonesia. Tulisannya yang berhubungan dengan masalah bahasa, misalnya Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia dan Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Modern (kumpulan karangan tentang bahasa Indonesia). Ia juga menulis masalah kebudayaan, yakni Polemik Kebudayaan (Balai Pustaka, Edisi III, 1977) dan Perkembangan Sejarah Kebudayaan Dilihat dari Jurusan Nilai-Nilai (Idayu, edisi II, 1977).
Daftar sekarang juga dan ajak teman-temanmu untuk menjadi calon mahasiswa baru di FKIP Uhamka. Penawaran berbagai macam program beasiswa beserta persyaratannya dapat diakses melalui https://pmb.uhamka.ac.id/ atau langsung saja melalui http://www.fkip.uhamka.ac.id ke menu “Beasiswa Mahasiswa” atau https://linktr.ee/uhamka . Bagi kalian yang ingin mengetahui seluruh program studi di FKIP Uhamka dapat di akses pada https://linktr.ee/fkipuhamka atau mengecek Program Studi Unggulan di FKIP Uhamka bisa melalui https://linktr.ee/pbsiuhamka CP. 081296927262
]]>