Puisi Via Tania

Nestapa Berderai

Via Tania

 

Palu yang tergulung sang biru benhur

Semua-muanya tergusur

Nestapa mengguyur

Tiap insan ditelan sang biru benhur

Dikoyak moyakan sampai terkubur

 

Ibuku hilang

Bapakku hilang

Adikku hilang

Kakakku hilang

Nenekku hilang

Kakekku hilang

Paluku malang melintang

 

Donggala yang terguncang sang kulit bumi

Terkikis sampai mati

Derai membanjiri

Pelipis yang retak tak bertepi

Bisikan kehilangan telah menghantui

 

Rumahku hancur

Kampusku hancur

Donggalaku hancur lebur

 

Nestapa berderai di bibir mata

Harapan tersapu bayu lara

Kesengsaraan melekat di balik batu karang

Semua-muanya telah hilang dan tersisa bayang-bayang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *